Sejarah
Singapore Flyer pertama kali digagas pada awal 2000an oleh Patrick MacMahon dari Melchers Project Management, sebuah anak perusahaan dari
Jerman Melchers. Rencana resmi diumumkan pada 2002. Sebuah perusahaan baru, Singapore Flyer Pte Ltd, dibentuk sebagai pengembangnya, dengan Melchers Project Management memiliki 75% sahamnya, sisanya dimiliki Orient & Pacific Management.
Proyek ini secara resmi diumumkan secara luas pada 27 Juni 2003 oleh Singapore Tourism Board dengan penanda tanganan Nota kesepahaman (MoU), antara pengembang dan Badan Pariwisata Singapura untuk kelancaran proses penguasaan lahan. Dengan nota ini, badan pariwisata membeli satu bidang lahan di Marina Centre dari Singapore Land Authority dan menyewa pakaikan kepada pengembang untuk 30 tahun dan opsi perpanjangan 15 tahun lagi. Lahan ini bebas biaya sewa selama proses pembangunan. Pada Juli 2003, Jones Lang LaSalle ditunjuk sebagai penasehat pengembang. Takenaka Corporation dan Mitsubishi dipilih sebagai kontraktor utama, dan Arup sebagai konsultan struktur.
Rancangan awal menunjukkan tinggi 169
m (554
kaki) setara dengan
London Eye, menuai kritik sebagai karya tiruan. Pengembang menyatakan bahwa itu bukan rancangan akhir baru merupakan konsep, selanjutnya rancangan akhir mengalami sedikit perubahan dari awalnya. Kemudian, proyek ini hampir berhenti ketika pengembang mengalami kesulitan pendanaan untuk membangun rodanya. Rencana awal, roda akan selesai dibuat pada akhir 2005 yang kemudian tertunda. Sempat ada laporan (yang dibantah oleh Singapore Tourism Board) bahwa badan ini memberi batas akhir pada 31 Maret 2005 kepada pengembang untuk menginformasikan masalah keuangannya dan meminta pembangunan tetap berjalan.
Pada September 2005, proyek ini berlangsung kembali setelah ada pendanaan dari 2 bank Jerman. Collin William Page, anak perusahaan
ABN AMRO menyediakan pendanaan maksimal S$100 juta (Rp.600
miliar ), dan tambahan S$140 juta (Rp.840
miliar ) dari HypoVereinsbank. Dengan tambahan dana S$240 juta, sebuah investasi asing terbesar di dunia hiburan Singapura, pembangunan dimulai akhir bulan itu. Pemegang saham kemudian menjadi AAA Equity Holdings, Melchers Project Management, dan Orient & Pacific Management.
Pada Agustus 2007, Florian Bollen, direktur Singapore Flyer Pte Ltd, menaikkan saham di Singapore Flyer dari 60% menjadi 90% melalui akuisisi Melchers Project Management's 30% saham. Pengalihan ini dilakukan melalui AAA Equity Holdings, sebuah perusahaan investasi yang dipimpin oleh Bollen. Orient & Pacific Management, memiliki sisanya sebesar 10% saham.
Pada Maret 2010, Great Wheel Corporation, sebuah konsultan dari Singapore Flyer, adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dituduh melakukan penggelapan yang dituduhkan kejaksaan di
Berlin, Jerman. Melakukan transfer sebesar
€3 juta (Rp.37,5 miliar) kepada perusahaan di Kepulauan Virgin dan Inggris, dan menerima pembayaran bulanan sebesar €40.000 (Rp.500juta) dari perusahaan Jerman, Great Berlin Wheel yang berhubungan dengan Great Wheel di Singapore. Seorang juru bicara kejaksaan mengatakan: "Kami mengetahui terdapat kontraktor yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan bohongan, dan kontrak ini dibuat untuk keuntungan pribadi."
Florian Bollen sebagai direktur dari Great Wheel Corporation, tercatat di Singapura sebagai GWC Holdings, dan Singapore Flyer Pte Ltd. Juru bicara Singapore Flyer mengatakan: "Roda pengamatan raksasa di Berlin terpisah dan tidak ada hubungannya dengan kepemilikan dan operasional Singapore Flyer. Great Wheel Corporation juga bukan merupakan bagian dari Singapore Flyer. Semua penyelidikan terkait yang di Berlin dan Great Wheel Corporation tidak memberikan pengaruh terhadap operasional dan keuangan Singapore Flyer."
Rancangan

Bagian dalam salah satu kapsul
Pembangunan menghasilkan luas bangunan sekitar 16.000
m² (172,000
ft²), dibangun di atas lahan seluas 33.700
m² (362,700
ft²) di sepanjang Marina Promenade. Dirancang oleh Arup dan Mitsubishi Heavy Industries dengan kapasitas 7,3 juta penumpang setiap tahun, rotasi konstan dari roda ini berarti putaran lengkap sekitar 30 menit.
Terdapat 28 kapsul berpendingin udara, seperti di Londen Eye, dirancang berupa kapsul exo (melekat di sisi luar roda). Dengan rancangan ini pemandangan tidak terhalang ketika berada di puncak, berbeda dengan rancangan kapsul endo (menggantung di roda) seperti di
Star of Nanchang. Setiap kapsul memilik luas 26
m² (280
ft²) yang bisa diisi 28 penumpang, atau sampai 5 kursi roda dan 15 penumpang lain jika dipesan sebelumnya untuk pengunjung dengan kursi roda.
Bangunan terminal roda ini terdapat tiga lantai komersil, dengan teras terbuka ala Yunani yang bisa menjadi teater menghadap ke air dan dilengkapi juga dengan dermaga. Bangunan ini memiliki lanskap mewah, termasuk taman di atap dan tiruan hutan di atrium terminal. Parkir bus bisa menampung 40 bus di belakang bangunan dan terhubung melalui penyeberangan bawah tanah ke parkir tingkat untuk 300 mobil. Parkir mobil ini juga terbuka ke stasiun bawah tanah
Promenade yang dibuka pada 17 April 2010.
Jalan kursi roda dan lift, toilet penyandang cacat dan parkir khusus untuk kursi roda juga tersedia
Galery foto
Sumber:Wikipedia